Detail Informasi Pelatihan
Pengumuman !
Pelatihan ini telah selesai dilaksanakan. Untuk informasi lebih lengkap, dapat menghubungi pihak panitia penyelenggara. Terima kasih

Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) Bagi Bidan di FKTP Kerjasama Kota Ambon
Jumlah Peserta : 75
6 July 2026
6 July 2026
08:00
Hotel Everbright Kota Ambon
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator kesehatan sebuah negara. Menurut WHO, kematian ibu adalah kematian seorang perempuan akibat proses yang berhubungan dengan kehamilan (termasuk kehamilan ektopik, abortus dan abortus mola), persalinan dan masa nifas (kurun waktu 42 hari setelah berakhirnya kehamilan), tanpa melihat usia gestasi, yang bukan kematian akibat kecelakaan atau kejadian insidental. Sedangkan kematian bayi didefinisikan sebagai jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun satu tahun. Angka ini kerap digunakan sebagai acuan untuk menilai baik-buruknya kondisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan di suatu negara.
Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2015) Angka kematian ibu sebanyak 305/100.000 kelahiran hidup, masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu 70/100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menempati posisi kedua di Asia Tenggara, 1 posisi di bawah Laos.
Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam upaya penurunan kematian bayi dalam beberapa dekade terakhir. Pada 1960, Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia adalah 128 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini turun menjadi 68 per 1.000 kelahiran hidup pada 1989, 57 pada 1992 dan 46 pada 1995. Walau terbilang mengalami kemajuan yang signifikan, angka kematian bayi di Indonesia masih menempati posisi yang tinggi dibandingkan negara tetangga, yaitu 4,6 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 kali lebih tinggi dari Filipina, dan 1,8 kali lebih tinggi dari Thailand.
Berbagai upaya telah diupayakan untuk menurunkan angka kematian ibu secara global. Salah satu upaya adalah Safe Motherhood Initiative yang diselenggarakan oleh WHO, Bank Dunia, dan United Nations Fund for Population Activities di Nairobi, Kenya pada tahun 1987. Dalam pertemuan tersebut, dikemukakan bahwa dalam mengurangi kematian ibu secara global, maka dibentuk 4 pilar, yaitu keluarga berencana, asuhan antenatal, persalinan bersih dan aman dan pelayanan obstetri esensial.