Detail Informasi Pelatihan

3 June 2026
08:00
Hotel Syafira - Kabupaten Maluku Tengggara
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2022 telah mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, mencapai 74% dari total angka kematian, yang setara dengan 41 juta kematian setiap tahun. Penyakit ini mencakup berbagai kondisi, di antaranya penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD) yang menyumbang 17,9 juta kematian (31%), kanker dengan 9,3 juta kematian (15,6%), penyakit saluran pernapasan kronis yang menyebabkankan 4,1 juta kematian (6,9%), dan diabetes melitus (DM) sebanyak 2 juta kematian (2,9%). Keempat jenis penyakit ini secara bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari 80% kematian akibat PTM.
Dalam aspek pembiayaan, penyakit tidak menular juga mendominasi biaya pengobatan, dengan penyakit kardiovaskuler menjadi yang paling mahal, mencapai 17,6 triliun rupiah menurut data BPJS tahun 2023. Selain itu, data Riskesdas menunjukkan bahwa hanya 3 dari 10 penderita PTM yang terdeteksi, dan dari 3 orang yang terdeteksi hanya 1 penderita yang melakukan pengobatan secara teratur. Peningkatan angka kejadian PTM banyak berkaitan dengan faktor risiko yang muncul akibat perubahan gaya hidup yang terjadi seiring dengan modernisasi global. Masalah ini bukan hanya terkait dengan kondisi kesehatan yang dialami penderita, tetapi juga berimbas pada kerugian ekonomi baik di tingkat individu/keluarga maupun di tingkat nasional. Penyakit tidak menular beserta permasalahannya memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia.