Detail Informasi Pelatihan

10 July 2026
08:00
Hotel Everbright Kota Ambon
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar
gula darah di dalam tubuh (WHO, 2018). Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak cukup banyak memproduksi insulin atau tidak bisa menggunakan insulin tersebut secara efektif. Data dari WHO (2014) menunjukkan sebanyak 422 juta penduduk dunia merupakan penyandang diabetes, sebagian besar berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Saat ini, jumlah orang dengan diabetes melitus di dunia telah mencapai 537 juta jiwa.
Indonesia merupakan negara dengan prevalensi diabetes melitus (DM) tertinggi kelima di
dunia. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa terdapat 19,5 juta orang dengan diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2021, di mana prevalensi DM sebesar 10,8%. Pada tahun 2045, angka pasien tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 28,6 juta jiwa (IDF, 2021). Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi DM di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur ≥ 15 tahun meningkat dari 1,5% menjadi 2% dalam lima tahun. Begitupula dengan prevalensi DM berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah sebesar 6,9% di tahun 2013 dan bertambah tinggi menjadi 8,5% di tahun 2018. Ada pun perbandingan prevalensi DM di perkotaan sebesar 1,89% dan 1,01% di pedesaan (Riskesdas, 2018). Peningkatan prevalensi DM seiring dengan meningkatnya obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko diabetes melitus, yakni dari 14,8 % pada tahun 2013 menjadi 21,8% pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Prevalensi berat badan berlebih juga meningkat dari 11,5% menjadi 13,6%.